Traveling

Ngebolang ke Pulau Pari

agusmunawar.com Liburan kali ini beda, karena barengan dua mini startup yang ada dalam satu perumahan de Botanica Bogor. Kita ke Pulau Pari, dimana masih dalam lingkup Kepulauan Seribu.

Selama 3 hari disana, aktifitas terbanyak adalah basah-basahan. Pulai Pari terbilang kecil, disana terdapat dua pantai, yaitu Pantai Perawan dan Pantai Bintang, keduanya terletak dari ujung ke ujung pulau dan bisa dicapai hanya dengan pakai sepeda.

pulau pari pantai perawan sepeda malam
Ke Pantai Perawan

Berangkat hari Jum’at, 10 menit menjelang speedboat berangkat kami sudah lengkap semua di Dermaga Marina Ancol, karena kalau telat kami harus pakai kapal carteran seharga 4 juta sekali berangkat, hampir saja telat.

pulau pari

Sesampai disana, kami masih bisa beristirahat dulu di homestay sebelum para pria melaksanakan Sholat Jum’at di masjid pulau pari, bahkan sempat ke Pantai Bintang dulu sebentar.

Pulang dari Masjid dan tidur siang sampai sore, langsung menuju Pantai Perawan, pakai sepeda. Kalau ditanya lebih enak mana antara Pantai Perawan dengan Pantai Bintang, keduanya punya ciri khas masing-masing.

Perbandingan Pantai Perawan dan Pantai Bintang

Pantai Perawan memang lebih ramai dan sepertinya adalah pantai utama di Pulau Pari. Fasilitasnya pun jauh lebih banyak seperti jajanan, toilet, lapangan voli, tempat kemah, sewa perahu dan kano. Pantainya pun lebih bagus, bersih dan dangkal (cetek) – cocok untuk anak-anak, ada juga dipan-dipan dan ayunannya yang cocok untuk foto selfie/wefie.

Kalau Pantai Bintang, lebih sepi tapi cocok bagi yang tidak suka keramaian. Kalau malam, datang ke Pantai Bintang lebih ‘menantang’, karena suasananya agak creepyΒ gitu deh. Jalanan menuju ke pantainya juga menyeramkan, karena jalanannya dikelilingi semak belukar dengan pencahayaan seadanya, jadi kami pun saling kebut sepeda kalau lewat situ, hahaha πŸ˜€

Disisi lain, sesuai dengan namannya, yang menjadi ciri khas Pantai Bintang adalah banyak bintang laut di tepi-tepi pantainya dan dengan mudah ditemui, banyak pengunjung yang selfie sama bintang laut, termasuk saya, hehe.

pulau pari pantai bintang

Di hari kedua bisa dibilang adalah yang utama, kami ke Pulau Burung untuk snorkling. Setelah puas melihat dan bermain bersama ikan-ikan yang cantik dan foto-foto, kami menuju dermaga untuk naik banana boat. Itu pengalaman pertama saya naik banana boat dan dibanting, badan terasa sakit semua tertimpa teman yang duduk di belakang πŸ˜€ Tapi serius itu seru banget.

pulau pari snorkling

pulai pari banana boat

pulai pari banana boat

Makan Telur Gulung

Mungkin makan telur gulung bukan hal spesial, tapi bagi saya dan teman-teman yang ikut makan telur gulung di Pantai Perawan Pulau Pari kok ngangenin. Harganya 10ribu dapat empat, dimakan lebih enak kalau habis basah-basahan di pantai, boleh tuh dicoba bagi kamu yang main kesana.

pulau pari telur gulung
Maaf ini bukan penjualnya, ini salahsatu karyawan saya πŸ˜€

Di Homestay

Disana kami menginap di Homestay milik tour guide kami, jadi dia adalah orang asli Pulau Pari, namanya Bari. Dirumah dengan tiga kamar tersebut, disediakan sepeda untuk keliling pulau, kami juga disuguhi makan sebanyak tiga kali sehari, dan di malam kedua kami dibakari ikan.

pulau pari bakar ikan
Bersama assisten guide, Bang Ari.

Oh iya, Kamu bisa hubungi Bari di nomor 0812-9940-3904 kalau mau berlibur ke Pulau Pari dengan dia sebagai guide-nya (Hanya rekomendasi, lagi pula saya ngga dapat komisi apa-apa kok, hehe).

Hmm… Apalagi ya, mungkin sampai disini dulu cerita pengalaman kami di Pulau Pari, nanti ditambahi lagi kalau ada yang terlewat, hehe. Thanks for reading πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *